senja menyelimuti kota kecilku...
tentu saja dingin tak malu kalah beradu dalam sinar merah muda di langit...
sore itu,,
aku pulang membawa ransel hitam penuh pakaianku..
langkah semangat menyusuri pinggiran jalan raya menuju tempat ternyaman yang aku sebut "rumah"
iya, pulang ke rumah untuk menikmati liburan dari penatnya rentetan kegiatan di asrama dan sekolah..
bunda sudah menunggu diantara pagar merah..
memberi senyum termanis sambil mengecup pipiku..
"aku merindukanmu mam" bisikku dalam hati..
selang berapa lama aku berberes dengan segala perlengkapan yang aku bawa pulang..
suara ketukan pintu terdengar dari depan..
terikan bunda memanggil menghentikan aktivitasku di kamar..
kaget dan senang ekspresiku saat itu.
kamu datang dengan senyum khas punyamu..
selintas, kita bercerita tentang sekelumit hal yang tengah terjadi dalam sepekan..
kadang tertawa,,,
kaang terdiam sambil saling memandang..
aku bahagia..
gitar di sampingku kamu ambil dan mulai memetik satu per satu senarnya..
membentuk dawai indah,,
lagu itu masih hangat di ingatanku..
Relakan, relakan saja aku
Pergi, membenahi kebimbanganku
Merajut kembali yang terkoyak
Dan bila, suatu masa nanti
Kita bisa bersanding lagi
Tolong jangan lepaskan aku lagi
sepenggal lirik itu paling aku ingat..
entah kenapa kamu memilih lagu ini untuk dinyanyikan,,
seolah kamu mau meninggalkanku..
tapi aku tak peduli apa pun kisah dibalik lagu itu,,
aku hanya tertuju padamu..
iyah, padamu seorang..
selang beberapa minggu..
kita pun berikrar untuk mengakhiri kisah kita..
sepertinya kamu tahu itu akan terjadi
ataukah ini hanya rekayasamu dalam warna hidupku..
entah betapapun pahitnya perpisahan itu,,
aku tak bisa memungkiri,,
aku pernah mencintaimu,,
dan aku bahagia bersamamu...
PTL....
it's all about me.. so many stories has created and wil be created by me and thnx for all of you for being here.. it's because you are special.. :D
Senin, 28 Maret 2011
Dia seperti apa???
Dia..
yang selalu aku mimpikan di kesadaranku..
selalu aku puja dengan sejuta nyanyian berbaris kata..
selalu aku nanti dalam realita mimpi..
selalu aku tangisi saat merasa jauh dan pergi..
ingin aku genggam sampai aku terluka karnaku sendiri..
Dia..
bersenandung di antara baris baris khayalan masa depanku
menjadi bianglala usai hujan bergemuruh
memberikan pelukan hangat kala aku terisak..
Dia..
sering menjadi awal mataku terbangun dan akhir aku tidur..
pelukis hebat dengan karya abstrak di hatiku..
si penghapus cerita di papan masa gundahku..
bisa berjuta karya tercipta oleh dia..
Dia yang masih belum atau mungkin sudah hadir dalamku..
Dia yang telah ada atau masih jauh di negeri entah dimana..
Dia seperti apa yang akan mengisi "Dia" punyaku..
sanggupkah dia seperti "Dia" ku itu??
atau "Dia"ku itu tak ubah sepenggal cerita yang tiada awal dan akhir??
atau "Dia"ku itu cuma rekayasa harapan yang palsu dan tanpa arti??
Dia seperti apa "Dia"??
Dia yang akan datang, atau telah datang, atau bahkan telah pergi,,
Aku tak peduli..
Aku mencintai "Dia"
Sabtu, 26 Maret 2011
selalu begini,,,
selalu begitu,,,
selalu ada saja
ada yang mencoba merebutmu kembali
sudah sekian habisnya tenagaku
sudah sekian perihnya peluhku
sudah sekian pilunya aku
membangun satu demi satu
ada saja yang coba meruntuhkan kembali..
tapi lihat saja..
kali ini,,,
dia tidak akan aku biarkan runtuhh..
demi apapun ituu
aku akan perjuangkan..
:D:D
selalu begitu,,,
selalu ada saja
ada yang mencoba merebutmu kembali
sudah sekian habisnya tenagaku
sudah sekian perihnya peluhku
sudah sekian pilunya aku
membangun satu demi satu
ada saja yang coba meruntuhkan kembali..
tapi lihat saja..
kali ini,,,
dia tidak akan aku biarkan runtuhh..
demi apapun ituu
aku akan perjuangkan..
:D:D
Jumat, 25 Maret 2011
saat
saat aku benar-benar jatuh dan seolah tiada tangan yang mau merangkulku..
saat aku menangis sejadi-jadinya, berteriak di asa hati menghujat setiap peristiwa pahit
saat aku terluka dengan semua kebohongan semu dan ketidakberdayaan aku terhadap dunia fana
saat semua awan menjadi mendung dan hujan petir membayangi masa lalu, dan haruskah masa depanku juga?
saat ratapan menggeliat diantara bianglala pilu berhambur kabut pekat rindu dan cinta
saat kasih sudah tak mampu berbicara akan gelapnya hatimu
saat mataku buta akan siapa cintaku bertaut
saat semua mimpi sirna diterjang badai kehidupan
saat ini itu semua
saat itulah aku mengucap syukur atas segala yang ada..
nikmat, duka, ratap, tangis, bahagia,,,
semua kisah yang membuat buku hidupku berwarna..
semuanya telah dicatat oleh Sang Maha dan hatiku
saat itu aku bersykur karena Engkau dan kamu selalu ada..
meski tak dapat ku genggam setiap saat..
aku sadar hadirmu ada..
thank you for being mine..
:*
saat aku menangis sejadi-jadinya, berteriak di asa hati menghujat setiap peristiwa pahit
saat aku terluka dengan semua kebohongan semu dan ketidakberdayaan aku terhadap dunia fana
saat semua awan menjadi mendung dan hujan petir membayangi masa lalu, dan haruskah masa depanku juga?
saat ratapan menggeliat diantara bianglala pilu berhambur kabut pekat rindu dan cinta
saat kasih sudah tak mampu berbicara akan gelapnya hatimu
saat mataku buta akan siapa cintaku bertaut
saat semua mimpi sirna diterjang badai kehidupan
saat ini itu semua
saat itulah aku mengucap syukur atas segala yang ada..
nikmat, duka, ratap, tangis, bahagia,,,
semua kisah yang membuat buku hidupku berwarna..
semuanya telah dicatat oleh Sang Maha dan hatiku
saat itu aku bersykur karena Engkau dan kamu selalu ada..
meski tak dapat ku genggam setiap saat..
aku sadar hadirmu ada..
thank you for being mine..
:*
hampir tiga tahun....
rangkaian bunga putih, merah dan kuning menghiasi pinggiran kursi disana..
suasana syahdu membawaku sejenak akan sejuta kisah kita...
dulu...
belum lamalah...
ku ayunkan kaki dengan gontai menuju salah satu kursinya..
melihat engkau duduk di depan sana bersama dia..
aku tertegun sejenak..
pernah mengkhayalkan suasana yang sama..
tetapi aku yang di sampingmu..
bukan dia..
dadaku mulai sesak..
air mata hendak membobol pertahananku..
untung kekuatan itu kembali hadir..
kekuatanMu Tuhan..
aku pernah mencintainya...
dia yang sudah mengisi hatiku dengan semua kisah dan harapan berdua..
begitu banyak ombak dan angin memberikan warna bagi setiap detiknya..
kita bisa lewati bersama..
namun,,,
pada satu kisah,,
kita terhenti...
cinta terdiam....
semua hilang..
tetapi aku bahagia karena bisa bersamamu..
semoga kamu bahagia dengan kehidupanmu yang baru..
sudah hampir 3 tahun...
aku merindukanmu...
*elang```
*a^line
hampir tiga tahun....
siang..
matahari seolah malu menunjukkan keperkasaannya..
malah awan hitam menyelimuti sebagian besar pandanganku..
sepertinya akan hujan...
masih disini..
kota penuh kesibukan, kemacetan, dan cerita yang tak bisa diungkapkan satu per satu secara pasti...
masih disini..
dalam ruangan kecil bercat biru muda..
duduk di atas kursi biru menghadap meja coklat yang penuh berisikan buku dan benda lainnya
memandang komputer seraya memainkan jari satu demi satu membentuk kata sampai teruntai kalimat
entah bermakna atau tidak..
yang jelas aku menikmatinya...
pandanganku terlempar pada sebuah kalender duduk di samping komputer...
fokusnya tertuju pada 2011..
bila sekilas tidak terlalu aneh atau berarti tulisan itu..
tapi, seolah aku dihentakkan oleh sang waktu..
sudah 2011 linn,,,,,
don't you know it!!!!
iya, sudah hampir 3 tahun wajahmu tiada pernah aku lihat...
kabarmu pun seolah lenyap bersama bayanganmu di hari terakhir kita bertemu..
saat itu, aku sangat rapuh dan selalu mengatakan "ini akan baik-baik saja"
bagaimana tidak, kamu datang beserta ibu dan dia...
dia yang menggantikan posisiku karena ketidakberdayaanku akan cinta..
karena keegoisanku akan hasrat ibu dan masa depanku...
kamu memberikan sepucuk kertas berwarna coklat emas..
aku hanya bisa berkata "aku akan datang, bang"
ngilu rasanya bibir ini berucap..
tapi entah dari mana kekuatan ini aku peroleh..
aku mengatakan itu tanpa setetes air mata pun..
3 hari kemudian, aku datang ke hari bahagiamu...
melangkahkan kaki di dalam Bait SuciNya..
berattt..
seolah ribuan ton batu menahan kakiku untuk masuk..
tapi aku selalu berkata "Kuatkan aku Tuhan"
*to be continue*
matahari seolah malu menunjukkan keperkasaannya..
malah awan hitam menyelimuti sebagian besar pandanganku..
sepertinya akan hujan...
masih disini..
kota penuh kesibukan, kemacetan, dan cerita yang tak bisa diungkapkan satu per satu secara pasti...
masih disini..
dalam ruangan kecil bercat biru muda..
duduk di atas kursi biru menghadap meja coklat yang penuh berisikan buku dan benda lainnya
memandang komputer seraya memainkan jari satu demi satu membentuk kata sampai teruntai kalimat
entah bermakna atau tidak..
yang jelas aku menikmatinya...
pandanganku terlempar pada sebuah kalender duduk di samping komputer...
fokusnya tertuju pada 2011..
bila sekilas tidak terlalu aneh atau berarti tulisan itu..
tapi, seolah aku dihentakkan oleh sang waktu..
sudah 2011 linn,,,,,
don't you know it!!!!
iya, sudah hampir 3 tahun wajahmu tiada pernah aku lihat...
kabarmu pun seolah lenyap bersama bayanganmu di hari terakhir kita bertemu..
saat itu, aku sangat rapuh dan selalu mengatakan "ini akan baik-baik saja"
bagaimana tidak, kamu datang beserta ibu dan dia...
dia yang menggantikan posisiku karena ketidakberdayaanku akan cinta..
karena keegoisanku akan hasrat ibu dan masa depanku...
kamu memberikan sepucuk kertas berwarna coklat emas..
aku hanya bisa berkata "aku akan datang, bang"
ngilu rasanya bibir ini berucap..
tapi entah dari mana kekuatan ini aku peroleh..
aku mengatakan itu tanpa setetes air mata pun..
3 hari kemudian, aku datang ke hari bahagiamu...
melangkahkan kaki di dalam Bait SuciNya..
berattt..
seolah ribuan ton batu menahan kakiku untuk masuk..
tapi aku selalu berkata "Kuatkan aku Tuhan"
*to be continue*
9 ribu lebihh
hah!!
ga percaya udah 9 ribu lebih kali dikunjungii
God..
padahal lin udah lama ga nulis..
bukan karena tiada kisah yang ingin dibagi...
cuma karena waktu belum bisa terpenuhii...
thnx Jesus..
I'll wait for 10000
ga percaya udah 9 ribu lebih kali dikunjungii
God..
padahal lin udah lama ga nulis..
bukan karena tiada kisah yang ingin dibagi...
cuma karena waktu belum bisa terpenuhii...
thnx Jesus..
I'll wait for 10000
Langganan:
Komentar (Atom)
