siang..
matahari seolah malu menunjukkan keperkasaannya..
malah awan hitam menyelimuti sebagian besar pandanganku..
sepertinya akan hujan...
masih disini..
kota penuh kesibukan, kemacetan, dan cerita yang tak bisa diungkapkan satu per satu secara pasti...
masih disini..
dalam ruangan kecil bercat biru muda..
duduk di atas kursi biru menghadap meja coklat yang penuh berisikan buku dan benda lainnya
memandang komputer seraya memainkan jari satu demi satu membentuk kata sampai teruntai kalimat
entah bermakna atau tidak..
yang jelas aku menikmatinya...
pandanganku terlempar pada sebuah kalender duduk di samping komputer...
fokusnya tertuju pada 2011..
bila sekilas tidak terlalu aneh atau berarti tulisan itu..
tapi, seolah aku dihentakkan oleh sang waktu..
sudah 2011 linn,,,,,
don't you know it!!!!
iya, sudah hampir 3 tahun wajahmu tiada pernah aku lihat...
kabarmu pun seolah lenyap bersama bayanganmu di hari terakhir kita bertemu..
saat itu, aku sangat rapuh dan selalu mengatakan "ini akan baik-baik saja"
bagaimana tidak, kamu datang beserta ibu dan dia...
dia yang menggantikan posisiku karena ketidakberdayaanku akan cinta..
karena keegoisanku akan hasrat ibu dan masa depanku...
kamu memberikan sepucuk kertas berwarna coklat emas..
aku hanya bisa berkata "aku akan datang, bang"
ngilu rasanya bibir ini berucap..
tapi entah dari mana kekuatan ini aku peroleh..
aku mengatakan itu tanpa setetes air mata pun..
3 hari kemudian, aku datang ke hari bahagiamu...
melangkahkan kaki di dalam Bait SuciNya..
berattt..
seolah ribuan ton batu menahan kakiku untuk masuk..
tapi aku selalu berkata "Kuatkan aku Tuhan"
*to be continue*
Dari Hati,
BalasHapusIsi HATI,
Curahan Hati,
Nice