Jumat, 01 Oktober 2010

teori perdagangan samuelso :: Ekonomi Internasional

Teori modern muncul dari reaksi teori klasik dengan pelopor BERTH, OHLIN selanjutnya dikembangkan dan di sempurnakan oleh ELI HECK SCI1ER yang lebih di kenal dengan teori H O setelah di sempurnakan oleh SAMUELSON kemudian kita kenal dengan teori HOS ( HOCKSCHER - OHLIN - SAMUELSON ) yang menyalakan bahwa :
1.   Pengaruh biaya transportasi yang dalam teori Klasik dianggap tidak ada.
2.   Pemakaian tiga faktor produksi neoklasik (tanah,modal,tenaga kerja ).
3.   Pemberian arti biaya sebagai harga faktor-faktor produksi dalam uang sebagai ganti teori nilai atas dasar tenaga kerja.
4.   Menitik beratkan pentingnya pengertian tentang produk yang saling ketergantungan dan pasar serta harga faktor produksi lain yang mendorong perdagangan
5.   Perdagangan berpengaruh terhadap harga -harga yang harus di bayar untuk berbagai faktor produksi yang di pakai dalam menghasilkan barang-barang yang ekspor /tidak di gunakan asumsi bahwa distribusi pendapatan tidak lagi di gunakan .

Teori H-O merupakan kelanjutan dan penyempurnaan teori keunggulan absolut dan keunggulan komparatif dimana dua teori tersebut menganjurkan terwujudnya perdagangan bebas secara internasional atas spesialisasi dan pembagian kerja. Pada gilirannya dua teori klasik tersebut mendasarkan spesialisasi dan pembagian kerja atas teori nilai buruh.
              Spesialisasi dan pembagian kerja internasional juga dianjurkan teori H-O. Akan tetapi dasarnya adalah berlimpahnya faktor produksi yang dimiliki suatu negara dan harganya murah (cheap factor price). Disini factor price menggantikan labor value dalam teori klasik.
              Factor price menyangkut harga faktor-faktor produksi seperti upah untuk buruh, sewa untuk kekayaan alam dan tingkat bunga untuk balas jasa modal.
              Factor Endowments adalah tersedianya faktor-faktor produksi yang mendukung (endowment) dan melandasai perdagangan internasional seperti kekayaan alam, buruh dan kapital (didukung dengan teknologi).

            Ternyata, teori perdagangan internasional berdasarkan teori H-O belum sepenuhnya mampu menerangkan seluruh kegiatan bisnis dan perdagangan internasional. Menurut penelitian Leontief bahwa di tahun 1947, Amerika Serikat mengimpor komoditi yang sifatnya padat modal (kurang lebih 30% lebih besar dari ekspornya). Ini adalah suatu keanehan mengingat Amerika Serikat banyak memiliki modal dan teknologi. Keanehan yang ditemui Leontief dalam penelitiannya disebut Leontief paradox yang bisa dijelaskan teori H-O  (sampai sekarangpun Amerika Serikat masih impor mobil).
              Terdapat perdagangan komoditi secara internasional dalam industri yang sama (intra-industry trade) dimana masing-masing perusahaan yang menghasilkan produk yang sama (misalnya mobil) melakukan product differentiation (sama tetapi tidak serupa) untuk memenangkan persaingan. Gejala seperti itu juga tampaknya tidak bisa dijelaskan teori H-O.
            Akibatnya, ada reaksi dan terjadilah penyempurnaan teori klasik yang disampaikan oleh Paul Samuelson. Beliau mengungkapkan beberapa asumsi yang direvisi dari teori H-O sebelumnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar