Sabtu, 21 Mei 2011

aku mau kamu ciptakan lagu untukku...

hampir setiap sore gadis berkacamata menemani lelaki berkumis tipis duduk dibawah pohon rindang di taman tempat favorit mereka bertemu. Saling bercerita apa yang telah terjadi seharian, apa yang membuat mereka bahagia, apa yang membuat mereka saling terkuras emosi, dan apa-apa yang lain yang menurut mereka pantas untuk dibagikan. si pria selalu menyandang gitar lengkap dengan tasnya bertali hitam. memang si pria suka mendendangkan berbagai lagu dan sering bertanya kepada si gadis, "apakah suaraku bagus?", "apakah lagu ini bagus?", dan sejumlah pertanyaan bagus lainnya tentang melodi yang dimainkannya...

sampai pada suatu sore, sore itu hampir mendatangkan senja indah berselimut kabut tipis. si gadis dan si pria kembali bersama. kali ini diatas kursi kayu abu-abu panjang tepat dibawah salah satu pohon disana. kembali si pria melantunkan lagu kesayangannya. berkali-kali dengan nada indah dan penuh penghayatan. sementara si wanita hanya duduk tanpa berhenti menatap si pria bernyanyi. tiba-tiba air matanya menetes. awalnya perlahan, namun semakin lama semakin deras. si gadis pun memalingkan wajahnya. tetapi si pria masih hanyut dalam nyanyiannya dan gitarnya sendiri. 

setelah sekian detik berlalu, si pria menyadari bahwa si gadis tidak memandangnya lagi. sambil memegang jemari si gadis, si pria bertanya "mengapa engkau bersedih gadisku?"
si gadis pun menjawab, "entah mengapa aku bersedih sayang. aku hanya iri dengan gitarmu, iri dengan melodi yang kamu ciptakan entah untuk siapa, aku iri sayang", jawab si gadis sambil terisak-isak.
"mengapa kamu iri sayang?"
"karena kamu tidak pernah menciptakan lagu untukku. kamu tidak pernah ingin bernyanyi untukku. padahal aku sudah ada di sisimu, kamu hanya bernyanyi untukmu sendiri serta duniamu yang asing bagiku. aku mau kamu ciptakan lagu untukku", mata si gadis tajam menuju harapan di mata si pria.

"kenapa kamu mengatakan hal itu sayang. bukankah setiap hari kita bersama di bawah pohon ini selalu berbagi. tahukah kamu kalau setiap lagu yangaku nyanyikan hanya untukmu. tahukah kamu setiap lirik yang baru aku buat selalu kamu orang pertama yang mendengarkannya. tahukah kamu setiap kamu memandangku bernyanyi itu lebih dari panggung manapun yang ada untukku. kamu terlalu berharga untukku sayang. aku hanya ingin kamu masuk ke dunia yang sudah aku persiapkan. maafkan aku jika aku seperti tidak menghiraukanmu dan tidak berkata demikian, itu karena aku ingin membuat 1 album hanya untukmu. untukmu yang selalu jadi inspirasiku. maafkan sikapku sayang. aku hanya ingin mempersembahkan semua laguku untukmu. hanya untukmu".

si gadis pun kehilangan kata dan memeluk si pria dengan eratnya. seolah tidak ingin berpisah.
"jika begitu, nyanyikan lagumu dari awal lagi. aku tidak ingin melewatkan satu pun lirik itu."

keduanya tersenyum, dan si pria melantunkan lagu itu dari awal lagi....

Kamis, 19 Mei 2011

seandainya batas-batas itu boleh diabaikan

hampir tiga tahun sudah kita bersama..
kita berikrar untuk setia dengan cinta yang kita bawa masing-masing...
tidak peduli apa yang ada di pundakmu dan di pundakku
kita tidak menolehnya terlalu lama, takut terjatuh..

kita bersama mengalahkan dunia, dunia yang kita anggap punya kita.
saat banyak hal yang meninggalkanku dengan sejuta pilu,
engkau menghadirkan bahu untukku bersandar
merengkuhku dengan niat meyakinkanku akan kekuatan tuk hadapi semua..
disaat aku mulai lelah mendayung di perahu yang sama
engkau menyuruhku tuk beristirahat tanpa batas waktu tertentu
dan membiarkan dirimu mengayuh sendiri sampai aku tersadar kita sudah berlayar terlalu jauh

Saat itu, saat yang sering aku bayangkan
ketakutanku terdalam tuk pisah darimu dalam hitungan ribuan kilometer dan perbedaan waktu..
kita harus berpisah, aku hanya sebatang kara di kota ufuk timur ini
sang ibu datang menjemputku tuk kembali ke kota yang belum pernah aku jamah
tempat banyak ditemukan sanak disana
harusnya aku bahagia bisa berkumpul dengan mereka
tetapi tidak, aku tidak bahagia
karena aku sadar kita akan berpisah untuk waktu dan jarak yang tak terhitung

sebulan sudah kita berpisah tak bertemu raga
namun, cinta dan hati ini selalu hanya untukmu sayang
kata-kata itu saling menguatkan kita kala kita dirundung rasa rindu mendalam
facebook, telepon, sms selalu menjadi pengobat kangen yang mujarab
sampai saat itu tiba,
saat dimana kamu datang ke kotaku sekarang ini
entah bagaimana caranya untuk mengungkapkan rasa bahagian ini
aku bisa memelukmu lagi, kita bisa berbagi lagi dengan menyentuh penuh kasih
aku bahagia sayang

namun, sepertinya kerikil mulai menyapa kita lagi
kali ini datang dari keluarga dan bundaku
sepertinya mereka tidak menyukai kehadiranmu disini
pemikiran  mereka yang terlalu jauh memandang serta di luar batas pikir kita sayang
ketatnya adatku menanggapi kehadiranmu di kota kecilku ini
memberikan rasa tidak nyaman untukmu pastinya
terlebih untukku

jika cinta bisa mengalahkan segalanya,
haruskah aku membobol semua alasan dan prasangka buruk punya kerabatku
jika cinta bisa mengubah segalanya
haruskah aku pergi bersamamu dan membangun dunia kita sendiri lagi tanpa menghiraukan mereka
jika aku memang mencintaimu dan kamu mencintaiku
harushkah kita nekad mengabaikan semua batas-batas rasional milik mereka akan kita
seandainya batas-batas itu boleh diabaikan
mungkin kita masih bisa menikmati waktu sempit bersama lagi disini
mungkin memori indah akan terukir di ingatanmu tentang kotaku

maafkan aku sayang,,
betapapun mereka menghalau cinta kita,
yakinlah akan kebesaran Tuhan atas cinta kita
maafkan mereka sayang
mereka hanya belum tahu dan mengerti dasar kasih kita
perlahan dan pasti semua akan terungkap
bahwa kita dan kisah kita akan abadi disana
aku mencintaimu sayang



Kisah ini punya dia sepupuku novi
semangat untuk berjuang atas cinta kalian vie, jer
Tuhan memberkati

Selasa, 17 Mei 2011

pada akhirnya kita diri sendiri

duduk terdiam diantara tumpukan draft cerita dan album kenangan
fasih dengan bahasa hati menyikapi apa yang tengah terjadi
membuatku lengah dan kembali menengadah..
kala dia dan dia yang harusnya berada di belakang dan di samping untuk memback up aku
kembali aku berpaling sekedar memastikan dia sedang ada dan berada..
tapi aku kecewa...
tiada seonggok jiwa disana
dia pun tidak..

deru badai pilu menerpa sepenggal hidup
mencoba menggoda setiap pondasi yang utuh-utuh ingin aku bangun
atau hanya sekedar menguji ketahananku atas aku dan nasib
entahlah...
namun, disaat semua hilang,
semua pergi
dan semua berlalu...
tiada seorang pun..
bahkan dia yang paling kamu harapkan pun entah dimana...

seharusnya aku sudah menydari sejak awal bahwa kita memang berbeda
kita punya kehidupan sendiri yang rumit sehingga sering terlalu sulit untuk saling memahami
disaat kita saling tidak mengerti satu dengan yang lain
saat itu juga kita sering merasa sendiri, tak satu pun yang dapat memahami apa mau kita..

harusnya aku lebih menyadari sejak dini
kita punya pribadi masing-masing
yang sengaja diciptakan Tuhan demi memperkaya dan melengkapi satu dengan yang lain,
tetapi mengapa kita sulit untuk memahaminya?
ataukah kita sudah mulai merasa bosan memikirkan serta mencoba mengisi satu dengan yang lain??
entahlah, aku pun tiada tahu pastinya..

tetapi semakin aku melihat dan mencoba merasakan
apa yang sedang in diantara kita
aku melihat kita memanglah diri sendiri
tak bisa menyatu dengan menjadi individu lain baik inginmu atau inginku..
pada akhirnya, kita adalah diri sendiri
yang tidak abadi

dan pada akhirnya kita diri sendiri
hanya berjuang seorang diri tanpa siapapun
kecuali Sang Khalik.....

Minggu, 15 Mei 2011

kita memang "berbeda"....

sedih rasanya ketika kita sudah sering merasa tidak nyaman, tidak nyambung, emosi tanpa sebab yang pasti...
sedih rasanya ketika kita telah sering tidak bersama, enggan memulai cerita, dan hanya menyimpan tawa lara sendiri...
sedih rasanya ketika tangan kita sudah tidak lagi menggenggam, senyuman kecut jadi menu wajib, dan tiada waktu lagi untuk mimpi kita...
sedih rasanya ketika kata-katamu sudah hambar di telingaku dan engkau pun malas mendengar gurauanku...


entah aku yang terlalu terlena dengan segala kenyamananku bersamamu sehingga aku melupakan kita adalah individu...
atau entah kamu yang selalu memberi keyakinan penuh akan mimpi kita serta pesonamu yang sulit untuk aku tampik sehingga kamu lupa aku pun seorang pribadi...
atau karena terlalu banyak kesamaan kita di awal sehingga mampu menutupi semua beda dan membuat kita mabuk dan lupa...


lupa bahwa aku adalah aku yang aku kaitkan hatiku di punyamu..
lupa bahwa kamu adalah kamu yang rangkulanmu mendekapku untukmu..
lupa kalau aku juga punyaku sendiri..
dan kamu juga milikmu sendiri..


sepertinya kita lupa kalau kita berbeda..
kita selalu berusaha menyamakan setiap perbedaan dengan harapan ada kenyamanan untuk dunia kita..
iya, memang ada kenyamanan itu
tapi hanya sesaat..


dan akhir-akhir ini, aku semakin merasakan bahwa kita memang berbeda..
kita harus mengakuinya..
dan setiap perbedaan itu membuatku menjadi semakin kaya dengan cinta dan hasrat..
bukan itu memisahkan dari jerat asmara yang sudah terlanjur kita rajut....

Sabtu, 14 Mei 2011

Khayalku

Kucoba tepis semua rinduku
Kucoba hapus semua anganku
Berharap semua cepat berlalu
Khayalku tuk miliki dirimu

Lupakanmu... jauh
Tinggalkanmu dari hidupku
Bangunkanku dari mimpiku
Yakinkan semua ini hanya khayalku

Oh tuhan tolong jawab anganku
Rasa ini terus menyiksaku
Matikan cinta tuk harapan yang kosong
Yakinkan perih kan membunuhku


Jauh...
Tinggalkan mu dari hidupku
Bangunkanku dari mimpiku
Yakinkan semua ini hanya khayalku

Kamis, 12 Mei 2011

haruskah aku mengangkat telepon darimu???

siang ini, aku sedang bercakap-cakap dengan seorang teman lelakiku di dalam kelas..
kami membicarakan beberapa hal tentang project dan mimpi-mimpi kami masing-masing..
diantara project itu memang menyinggung dengan kamu, karena kamu ahli di bidang itu,
iya kamu yang sudah lama aku kikis dari memoriku..
kamu yang mengisi hari-hariku untuk sekian waktu..
tetapi kamu itu yang bisa menjadi tolak balik pikir dan egoku selama ini..
kamu yang terlalu indah untuk diungkapkan..
kamu yang selalu menggenggamku dalam hangatnya peluk dan ceritamu..
kamu, kamu, dan kamu..
entah mengapa teman lelakiku itu menyuruhku untuk mencoba menghubungimu kembali..
berharap bisa menjadi tempat bertanya untuk rencana mimpi ku dan teman lelakiku..
sekejab aku terbawa ke masa lalu...
masa indah dan suramku...
jauh sekali.........


siang itu, kamu dan seorang wanita mungil menghampiri kostanku..
pintu terbuka dan kita saling berpandangan,,
aku terkejut dan sejumlah perasaan lainnya..
kamu memperkenalkan wanita itu sebagai calon isterimu dan memberikan potongan kertas berhias bunga mawar warna merah jambu..
aku tertegun melihat potongan kertas itu..
ya, itu adalah undangan pernikahanmu....
sekali lagi aku terbawa jauhh ke masa lalu itu...
terlalu jauh..


terhentak oleh sentuhan kecil teman lelakiku itu membangunkanku dari penggalan kisah sedih itu..
isyarat tubuhnya menuyuruhku untuk menekan tombol di ponselku..
nomer demi nomer aku tekan...
aku masih mengingat nomer itu berbuntut triple 9..


setelah 2 kali bunyi nada menunggu
ada suara pria dewasa yang tak asing lagi bagiku
suara tegas itu yang hampir setiap hari mengisi hariku
di masa itu...
aku bingung dan sontak menekan tombol akhiri pembicaraan yang belum kami mulai...
akhhhh...
aku belum siap teman...


selang beberapa menit
ponselku bergetar dan aku melihat nomer itu
triple 9 punyamu..
haruskah aku mengangkat telepon darimu??
aku sedikit gemetar..
aku tak berani...
terlalu pengecut untukku yang masih bertahan sendiri setelah ditinggal olehmu..
aku tak siap mendengar suaramu yang membentuk kisahmu sekarang ini tanpaku..
aku tak siap....


jika kamu meneleponku kembali esok,
haruskah aku mengangkat telepon darimu???
entah apa responku di saat itu..
tapi untuk saat ini aku tak siap...

putus

Kalo udah putus, mau direkatkan dengan apapun ga bakalan bisa sama seperti semula.....


Terkadang itu merupakan jalan terbaik untuk kebahagiaan masing-masing jika bersama sudah tidak bahagia....


Terkadang itu merupakan jalan terbaik untuk kebahagiaan masing-masing jika bersama sudah tidak bahagia....


Namun, sering kali ego yang berbicara atas nama amarah sehingga lupa akan indahnya cinta diawal kisah...


Ketika sudah benar-benar berpisah, sering merasa tidak ingin berhubungan apapun lagi, bahkan menyapa saja sudah enggan....


Mungkin energi yg dikeluarkan tuk memulai semua lagi dari awal akan lebih besar daripada menghentikan semuanya dan memulai awal baru....


Dan baiknya, ketika awal berkomitmen denganmu, harusnya aku juga berkomitmen dengan diriku dengan resiko berpisah....




mungkin setiap orang yang sudah pernah mengecap indahnya berpacaran pasti juga merasakan pahitnya perpisahan atau putus....
terkadang aku sering takut dengan kata "putus"
aku takut kehilanganmu suatu saat nanti, 
ego memang...
tapi itulah aku..
Jika engkau tahu, betapa sungguhnya aku mencintaimu sebesar itulah aku takut menjalin cinta denganmu...
karena aku takut kehilanganmu..
Putus....

Minggu, 01 Mei 2011

Benang Kusut

sore tadi...
aku dan seorang temanku bercerita bersama sepulang dari sebuah pusat perbelajaan terbesar di kota ini..
kami lebih memilih jalan kaki menyusuri jalanan menuju tempat kediaman yang kebetulan berdekatan..
ada yang berbatu, berpasir bahkan berlubang..
tak heran untuk hal itu..
bahkan sebagian besar jalan protokol di kota ini entah bagaimana bentuknya..
abaikan...

cerita kami ngelantur kemana-mana..
tidak ada tema yang jelas..
yang penting kami ucapkan apa yang kami ingin..
cuma, kalau diingat-ingat, ada satu kata yang mungkin lebih dari 15 kali diucapkan temanku itu
sesekali terucap juga olehku
galau
abaikan...

bukan tentang itu yang ingin aku bagi,
temanku itu tiba-tiba bergumam kata benang kusut..
entah apa mulanya kata itu tersebut..
awalnya tidak begitu nempel di benakku..
abaikan..
tetapi pembicaraan kami berlanjut mengenai kata itu..
sang benang kusut..

benang kusut...
adalah segumpalan benang yang tiada tahu arahnya dan mulanya..
hanya membentuk  kerumitan-kerumitan yang entah apa sebabnya..
sama seperti kamu..
kamu itu rumit...
aku juga..
kita sering terperangkap kedalam suatu kerumitan..
bahkan sering juga kitalah yang menjadi penyebabnya..
aku, kamu juga bisa sengaja membuat "benang kusut" itu..
padahal, bisa saja kita gunting "benang kusut" itu dan menjalin dari benang lain yang lebih rapi..
tetapi mengapa sering aku, kamu berkutat didalamnya
terperangkap seolah tiada jalan keluar..
padahal, aku dan kamulah ujung dan pangkalnya..
tidakkah kita bisa mencari jalan lain saja,
tetapi ita malah sering memilih untuk terlena dalam "benang kusut" itu..

ayolah,,,
kita masih belum cukup tenaga untuk memilin benang kusut itu..
berhenti saja...
aku takut aku, kamu tidak sanggup memilinnya hingga rapi kembali
atau mungkin aku, kamu malah berhenti memilinnya ketika sudah setengah jalan
dan enggan kembali ke awal untuk memilih benang lain..
aku takut itu..
masih terlalu muda untuk berani memilin benang kusut itu..
tetapi tanganmu tak kunjung henti..
malah kamu lebih menggenggam tanganku ketika sudah mulai lelah memilin...
matamu pancarkan kekuatan yang berkata "kita bisa"
maafkan aku, jika sudah terlalu lelah memilin..
bolehkan aku berhenti sejenak sekedar memulihkan letihku...
atau bolehkan aku mundur saja dan total berhenti memilin..
jika terlalu kusut...