Kamis, 12 Mei 2011

haruskah aku mengangkat telepon darimu???

siang ini, aku sedang bercakap-cakap dengan seorang teman lelakiku di dalam kelas..
kami membicarakan beberapa hal tentang project dan mimpi-mimpi kami masing-masing..
diantara project itu memang menyinggung dengan kamu, karena kamu ahli di bidang itu,
iya kamu yang sudah lama aku kikis dari memoriku..
kamu yang mengisi hari-hariku untuk sekian waktu..
tetapi kamu itu yang bisa menjadi tolak balik pikir dan egoku selama ini..
kamu yang terlalu indah untuk diungkapkan..
kamu yang selalu menggenggamku dalam hangatnya peluk dan ceritamu..
kamu, kamu, dan kamu..
entah mengapa teman lelakiku itu menyuruhku untuk mencoba menghubungimu kembali..
berharap bisa menjadi tempat bertanya untuk rencana mimpi ku dan teman lelakiku..
sekejab aku terbawa ke masa lalu...
masa indah dan suramku...
jauh sekali.........


siang itu, kamu dan seorang wanita mungil menghampiri kostanku..
pintu terbuka dan kita saling berpandangan,,
aku terkejut dan sejumlah perasaan lainnya..
kamu memperkenalkan wanita itu sebagai calon isterimu dan memberikan potongan kertas berhias bunga mawar warna merah jambu..
aku tertegun melihat potongan kertas itu..
ya, itu adalah undangan pernikahanmu....
sekali lagi aku terbawa jauhh ke masa lalu itu...
terlalu jauh..


terhentak oleh sentuhan kecil teman lelakiku itu membangunkanku dari penggalan kisah sedih itu..
isyarat tubuhnya menuyuruhku untuk menekan tombol di ponselku..
nomer demi nomer aku tekan...
aku masih mengingat nomer itu berbuntut triple 9..


setelah 2 kali bunyi nada menunggu
ada suara pria dewasa yang tak asing lagi bagiku
suara tegas itu yang hampir setiap hari mengisi hariku
di masa itu...
aku bingung dan sontak menekan tombol akhiri pembicaraan yang belum kami mulai...
akhhhh...
aku belum siap teman...


selang beberapa menit
ponselku bergetar dan aku melihat nomer itu
triple 9 punyamu..
haruskah aku mengangkat telepon darimu??
aku sedikit gemetar..
aku tak berani...
terlalu pengecut untukku yang masih bertahan sendiri setelah ditinggal olehmu..
aku tak siap mendengar suaramu yang membentuk kisahmu sekarang ini tanpaku..
aku tak siap....


jika kamu meneleponku kembali esok,
haruskah aku mengangkat telepon darimu???
entah apa responku di saat itu..
tapi untuk saat ini aku tak siap...

1 komentar: