Minggu, 01 Mei 2011

Benang Kusut

sore tadi...
aku dan seorang temanku bercerita bersama sepulang dari sebuah pusat perbelajaan terbesar di kota ini..
kami lebih memilih jalan kaki menyusuri jalanan menuju tempat kediaman yang kebetulan berdekatan..
ada yang berbatu, berpasir bahkan berlubang..
tak heran untuk hal itu..
bahkan sebagian besar jalan protokol di kota ini entah bagaimana bentuknya..
abaikan...

cerita kami ngelantur kemana-mana..
tidak ada tema yang jelas..
yang penting kami ucapkan apa yang kami ingin..
cuma, kalau diingat-ingat, ada satu kata yang mungkin lebih dari 15 kali diucapkan temanku itu
sesekali terucap juga olehku
galau
abaikan...

bukan tentang itu yang ingin aku bagi,
temanku itu tiba-tiba bergumam kata benang kusut..
entah apa mulanya kata itu tersebut..
awalnya tidak begitu nempel di benakku..
abaikan..
tetapi pembicaraan kami berlanjut mengenai kata itu..
sang benang kusut..

benang kusut...
adalah segumpalan benang yang tiada tahu arahnya dan mulanya..
hanya membentuk  kerumitan-kerumitan yang entah apa sebabnya..
sama seperti kamu..
kamu itu rumit...
aku juga..
kita sering terperangkap kedalam suatu kerumitan..
bahkan sering juga kitalah yang menjadi penyebabnya..
aku, kamu juga bisa sengaja membuat "benang kusut" itu..
padahal, bisa saja kita gunting "benang kusut" itu dan menjalin dari benang lain yang lebih rapi..
tetapi mengapa sering aku, kamu berkutat didalamnya
terperangkap seolah tiada jalan keluar..
padahal, aku dan kamulah ujung dan pangkalnya..
tidakkah kita bisa mencari jalan lain saja,
tetapi ita malah sering memilih untuk terlena dalam "benang kusut" itu..

ayolah,,,
kita masih belum cukup tenaga untuk memilin benang kusut itu..
berhenti saja...
aku takut aku, kamu tidak sanggup memilinnya hingga rapi kembali
atau mungkin aku, kamu malah berhenti memilinnya ketika sudah setengah jalan
dan enggan kembali ke awal untuk memilih benang lain..
aku takut itu..
masih terlalu muda untuk berani memilin benang kusut itu..
tetapi tanganmu tak kunjung henti..
malah kamu lebih menggenggam tanganku ketika sudah mulai lelah memilin...
matamu pancarkan kekuatan yang berkata "kita bisa"
maafkan aku, jika sudah terlalu lelah memilin..
bolehkan aku berhenti sejenak sekedar memulihkan letihku...
atau bolehkan aku mundur saja dan total berhenti memilin..
jika terlalu kusut...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar