sedih rasanya ketika kita sudah sering merasa tidak nyaman, tidak nyambung, emosi tanpa sebab yang pasti...
sedih rasanya ketika kita telah sering tidak bersama, enggan memulai cerita, dan hanya menyimpan tawa lara sendiri...
sedih rasanya ketika tangan kita sudah tidak lagi menggenggam, senyuman kecut jadi menu wajib, dan tiada waktu lagi untuk mimpi kita...
sedih rasanya ketika kata-katamu sudah hambar di telingaku dan engkau pun malas mendengar gurauanku...
entah aku yang terlalu terlena dengan segala kenyamananku bersamamu sehingga aku melupakan kita adalah individu...
atau entah kamu yang selalu memberi keyakinan penuh akan mimpi kita serta pesonamu yang sulit untuk aku tampik sehingga kamu lupa aku pun seorang pribadi...
atau karena terlalu banyak kesamaan kita di awal sehingga mampu menutupi semua beda dan membuat kita mabuk dan lupa...
lupa bahwa aku adalah aku yang aku kaitkan hatiku di punyamu..
lupa bahwa kamu adalah kamu yang rangkulanmu mendekapku untukmu..
lupa kalau aku juga punyaku sendiri..
dan kamu juga milikmu sendiri..
sepertinya kita lupa kalau kita berbeda..
kita selalu berusaha menyamakan setiap perbedaan dengan harapan ada kenyamanan untuk dunia kita..
iya, memang ada kenyamanan itu
tapi hanya sesaat..
dan akhir-akhir ini, aku semakin merasakan bahwa kita memang berbeda..
kita harus mengakuinya..
dan setiap perbedaan itu membuatku menjadi semakin kaya dengan cinta dan hasrat..
bukan itu memisahkan dari jerat asmara yang sudah terlanjur kita rajut....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar