Selasa, 17 Mei 2011

pada akhirnya kita diri sendiri

duduk terdiam diantara tumpukan draft cerita dan album kenangan
fasih dengan bahasa hati menyikapi apa yang tengah terjadi
membuatku lengah dan kembali menengadah..
kala dia dan dia yang harusnya berada di belakang dan di samping untuk memback up aku
kembali aku berpaling sekedar memastikan dia sedang ada dan berada..
tapi aku kecewa...
tiada seonggok jiwa disana
dia pun tidak..

deru badai pilu menerpa sepenggal hidup
mencoba menggoda setiap pondasi yang utuh-utuh ingin aku bangun
atau hanya sekedar menguji ketahananku atas aku dan nasib
entahlah...
namun, disaat semua hilang,
semua pergi
dan semua berlalu...
tiada seorang pun..
bahkan dia yang paling kamu harapkan pun entah dimana...

seharusnya aku sudah menydari sejak awal bahwa kita memang berbeda
kita punya kehidupan sendiri yang rumit sehingga sering terlalu sulit untuk saling memahami
disaat kita saling tidak mengerti satu dengan yang lain
saat itu juga kita sering merasa sendiri, tak satu pun yang dapat memahami apa mau kita..

harusnya aku lebih menyadari sejak dini
kita punya pribadi masing-masing
yang sengaja diciptakan Tuhan demi memperkaya dan melengkapi satu dengan yang lain,
tetapi mengapa kita sulit untuk memahaminya?
ataukah kita sudah mulai merasa bosan memikirkan serta mencoba mengisi satu dengan yang lain??
entahlah, aku pun tiada tahu pastinya..

tetapi semakin aku melihat dan mencoba merasakan
apa yang sedang in diantara kita
aku melihat kita memanglah diri sendiri
tak bisa menyatu dengan menjadi individu lain baik inginmu atau inginku..
pada akhirnya, kita adalah diri sendiri
yang tidak abadi

dan pada akhirnya kita diri sendiri
hanya berjuang seorang diri tanpa siapapun
kecuali Sang Khalik.....

1 komentar:

  1. Argg assalamualaikun semoga naik cetak. Jadi buku.. Jadi royaltii

    BalasHapus